Saturday, May 26, 2018

Bila maut menjemput antarkan aku sebagai wartawan

H Dedi S.Asikin

HIDUP APA ADANYA


H. Dedi S.Asikin
Menjadi wartawan adalah cita citanya sejak kecil dan digelutinya sudah 50 tahun, Setelah umurnya menua, pria kelahiran Tasikmalaya tahun 1940 itu, memanfaatkan waktunya untuk menulis buku. Buku ini merupakan karyanya yang ke empat.




Tahun 2012 ia menjadi Ketua Tim penyusun buku tentang profile wartawan senior. Buku yang diterbitkan Majlis Wartawan Senior (Mawas) itu berjudul “ Bila maut menjemput antarkan aku sebagai wartawan”
Tahun 2016, ia dan kawan kawan penulis buku tentang Pondok Pesantren yang diberi judul “ Noong Kobong”. Lalu pada awal 2017dirampungkannya buku tentang madrasah berjudul “ Jelajah Madrasah”. Buku ini yang diberi judul “ Mabrur itu Surga”, mudah mudahan bukan karyanya yang terakhir.

Kegemarannya menulis didukung oleh kegemarannya membaca. Setiap hari ia menyempatkan membaca buku satu  atau dua jam. Di rumah sederhananya ada 2 lemari yang diisi buku yang menjadi kelokesinya. Ia mengaku itulah harta paling berharga yang ia miliki.

Karya jurnalistik
Philosofi hidupnya adalah “ Apa adanya bukan ada apanya” Hidup ini dijalani sesuai apa adanya seperti air mengalir.Jika hidup “Ada apanya” maka kita bisa hidup dengan akal akalan supaya apanya itu ada. Kadang kadang dengan melabrak keharusan sebagai orang yang baik.

Meski ia mengaku belum menjadi orang baik, tapi setidaknya philosofi itu menjadi rantai pengikat. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Pernah menjadi pengurus PWI dan SPS (Serikat Penerbit Surat Kabar) Jawa Barat. Ketika menjadi pegawai sebuah BUMN, ia juga aktif dalam serikat sekerja. Sampai sekarang ia masih menjabat Ketua Fewan Penasehat Presidium Pembentukan Kabupaten Tasikmalaya Selatan.
H. Dedi S.Asikin dan para wartawan senior

Profesi baik sebagai wartawan ataupun aktivis serikat sekerja telah mengantarkannya mengunjungi hamper seluruh kota besar di nusantara serta beberapa Negara terutama di Asia, seperti singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand.


disadur dari buku karya jurnalistik
Karangan H Dedi S. Asikin

0 komentar:

Post a Comment



Untuk nonton channel yang lain tinggal click logo stasiun tv yang tersedia dibawah
Share this video

chat

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More